Aneka Olahan Berbahan Dasar Sagu Dicipta DWP, Luwu Utara Kaya Diversifikasi Pangan

INDONESIASATU.CO.ID:LUWU UTARA - Aneka olahan pangan berbahan dasar sagu warnai HUT ke-19th Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Luwu Utara. Mulai dari ketupat, kue talam, lumpang, sate, ongol-ongol, putu cangkir, risoles mayo, puding, es cincau, cendol, brownies doger, dan masih banyak lagi ditampilkan Ibu-ibu DWP di sepanjang stand Parkiran sebelah timur Kantor Bupati Luwu Utara, Selasa (4/12). "Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat silaturahim antara DWP Luwu Utara serta membantu program Pemerintah Kabupaten Luwu Utara khususnya keanekaragaman konsumsi pangan berbasis sumberdaya lokal. Juga sebagai inovasi pengembangan potensi diri dalam lingkup DWP SKPD dan kecamatan," kata Wasdiah selaku Ketua DWP Luwu Utara saat menyampaikan laporan panitia. Sementara Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani menuturkan tiap kegiatan harus dipahami filosofinya. "Hari ini kita melihat bahwa kita kaya akan diversifikasi pangan dengan cara yang menyenangkan. Namun jangan lupa juga bahwa kegiatan tidak boleh selesai pada output tapi juga outcome," kata Indah. Sagu yang menjadi jati diri Luwu Utara memiliki potensi yang luar biasa dan tentu saja kandungan nutrisi yang tinggi. "Sagu adalah sahabat bagi penyakit. Kita mempunyai tanggungjawab bersama dalam hal budidaya sagu. Saya berharap ibu-ibu yang telah bekerja keras dalam menghadirkan kreasi olahan pangan bervariasi dan bergizi berbahan dasar sagu hari ini juga dapat menjadi penggerak dalam pelestarian sagu. Sebab tiap elemen masyarakat punya peranan dan harus bergerak secara massif bagaimana harta karun di dunia ini pusatnya ada di Luwu Utara," pinta Bupati perempuan pertama di Sulsel ini. Tidak main-main terkait komitmen pelestarian sagu, pada Rabu besok (5/12), Indah Putri dijadwalkan melakukan teleconfere dengan Nagoya University Jepang terkait Pidato Dukungan Pemerintah Lokal dalam Pengembangan Sagu di Indonesia. "Pemerintah Daerah Kabupaten Luwu Utara satu-satunya Pemerintah Daerah di Indonesia yang mengambil bagian dalam kegiatan tersebut dan melalui teknologi Skype kita diberi kesempatan untuk berbicara masalah sagu," ungkapnya. (suhardi)
  • Whatsapp

Index Berita