Dipojokan Dengan Pemberitaan, AKP Hendra Restuadi Akan Polisikan Media Yang Memberitakannya

INDONESIASATU.CO.ID:

BUKITTINGI - Kesal dituduh turut serta menutup akses jalan umum dalam sebuah pemberitaan media online edisi Senin (18/03) lalu.

Seorang perwira polisi berpangkat Ajun Komisaris Polisi (AKP) Hendra Restuaji yang berdinas di Jajaran Polres Bukittinggi bersama pengacaranya Armen Bakar SH Law Firm Armen Bakar & Associares  akan melaporkan Idris Sanur salah seorang warga Birugo Kota Bukittinggi serta wartawan dan media yang bersangkutan ke Jajaran Direktorat Tindak Pidana Kusus (Dirkrimsus) Polda Sumbar dengan tuduhan pencemaran nama baik melalui Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Pasalnya menurut Hendra, Idris Sanur diduga telah memprovokasi masyarakat Birugo untuk membuat pengaduan ke Polres Bukittinggi hingga Mabes Polri dengan membuat fitnah bahwa Sri Melati istri Hendra telah merampas hak masyarakat dengan menutup akses jalan umum yang dibiayai APBD Kota Bukittinggi.

Padahal menurut Hendra, dirinya tidak tahu menahu apa yang telah dilakukan istrinya, dan setelah ia cari tahu ternyata apa yang dilakukan oleh istrinya itu bukanlah perampasan, melainkan mempertahankan hak atas tanah milik istrinya yang telah dirampas oleh Pemerintah Kota Bukittinggi dengan melakukan pengecoran seluas 549 M2 untuk akses jalan tanpa persetujuannya.

”Apa yang dilakukan oleh istri saya bukanlah menutup akses jalan, melainkan memagari tanah miliknya tanpa menutup jalan, karena tanah itu merupakan hak milik dengan sertifikat No. 1092.S.U.26.10.2010 atas nama istri saya, lalu dirampas oleh Pomko Bukittinggi untuk akses jalan dengan melakukan pengecoran tanpa persetujuan istri saya,” tutur Hendra kepada IndonesiaSatu.co.id di Bukittinggi Jum’at (22/03).

Masih menurut Hendra, sebelum dilakukan pemagaran oleh istrinya, pihaknya sudah 2 kali melayangkan surat pengaduan ke Pemko, namun tidak diindahkan sambil menunjukan bukti copy salinan ke dua surat pengaduan serta copy sertifikat tanah atas nama Sri Melati.

Sementara untuk pemberitaan dirinya, Hendra menilai pemberitaan oleh salah satu media online itu itu tidak berimbang dan sangat tendensius, karena selain tidak melakukan konfirmasi kepada dirinya, menurutnya media tersebut dengan brutal melakukan fitnah, memojokan dan menyerang pribadinya, sehingga demi menjaga kerhormatannya ia juga akan melaporkan wartawan serta media tersebut.

Hal senada juga disampaikan pengacaranya Armen Bakar, SH. Menurut Armen, setelah ia mencari tahu ke beberapa ketua organisasi pers, ternyata media online tersebut tidak terverifikasi di Dewan Pers segingga produk yang diterbitkan oleh media yang bersangkutan bukanlah produk jurnalistik.

“Karena setelah kita cari tahu media tersebut tidak terverifikasi di Dewan Pers, berarti produk yang dihasilkan media itu bukanlah produk jurnalistik sehingga kita bisa menjeratnya dengan UU ITE,” tutur Armen ditemui diruang kerjanya Jum’at (22/03).

Laporan : (TIM)

  • Whatsapp

Index Berita