Gul..Gulali CPNS

INDONESIASATU.CO.ID:

OPINI, - Ketika berita penerimaan PNS diumumkan, munculah harapan besar bagi jutaan masyarakat Indonesia untuk menjadi abdi negara, Jumlahformasi yang tersediapun tidak main-main, sekitar 120.000-an formasi yang tersedia untuk diperebutkan. Ada yang menyebut bahwa pengangkatan kali ini adalah pengangkatan galodo. 

Minat masyarakat untuk menjadi PNS sangatlah besar. Terbukti dengan data bahwa mereka yang berminat bahkan mencapai lebih dari tiga puluh kali lipat. Paling tidak ada sekitar 4,2 juta pendaftar. Itu berarti rata-rata satu formasi diperebutkan oleh 35 orang. Persaingan menjadi akan menjadi sangat ketat.

Memoratorium CPNS yang diberlakukan semenjak 2014, menjadi salah satu faktor mengapa begitu membludaknya pelamar tahun ini. Selain itu, kepercayaan bahwa PNS itu adalah pekerjaan yang enak masih tertanam dalam kesadaran kolektif masyarakat Indonesia hingga pada saat ini. PNS adalah pekerjaan yang santai, gajinya tetap, ekonomi yang stabil dan jaminan akan masa tua. Lalu untuk masyarakat di daerah, salah satu indikasi kesuksean tertinggi seseorang tentu adalah ketika mereka telah memakai baju safari itu. 

Jutaan orang masih bermimpi untuk menjadi abdi negara. 
Secara khususnya, para lulusan yang memegang ijazah kependidikan tentu sangat besar sekali harapan mereka. Di Sumatera Barat, lulusan kependidikan jika ingin berkarir sebagai tenaga kependidikan, gambaram ideal itu adalah sebagai PNS. Menjadi tenaga honorer harus menghadapi kenyataan yang pahit sebenarnya. Telah banyak berita tentang tuntutan gaji tenaga honorer yang sebenarnya Formasi-formasi yang teresedia diperebutkan oleh ratusan hingga ribuan orang. 

Formasi guru sejarah ahli pertama untuk Kementerian Agama Wilayah Sumatera Barat menyediakan 25 posisi yang diperebutan oleh 503. Terdapat 11 formasi guru aqidah akhlak untuk Kantor Wilayah Kementerian Agama Wilayah Sumatera Barat diperebutkan 479 pelamar. 

Dari satu formasi tersedia pada Analisa Ketahanan Keluarga di Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional diperebutkan oleh 97 orang. Jumlah formasi yang tersedia dibandingkan jumlah pelamar memang membuat ngilu-ngilu sedap untuk dilihat. Jika dikembangkan lebih jauh, maka akan banyak terbentang angka-angka statistik yang mencengangkan di berbagai institusi tentang tingginya angka persaingan untuk penerimaan CPNS tahun ini. 

Kemudian sampailah kita pada ujuan SKD (Seleksi Kompetensi Dasar) dengan CAT (Computer Assisted Task). Ternyata lawan tiap-tiap pelamar sesungguhnya bukanlah jumlah pelamar lainnya. Akhirnya SKD menjadi momok yang menjagal langkah para pelamar untuk mencapai langkah selanjutnya.

Ratusan ribu orang gagal untuk melewati passing grade yang ditetapkan. Passing grade TIU (Tes Intelegensia Umum) adalah 80 poin dari 35 soal (setiap soal yang betul mendapat lima poin, sedangkan salah atau tidak dijawab bernilai 0), TWK (Tes Wawasan Kebangsaan) 75 dan TKP (Tes Karakteristik Pribadi) adalah 143 (untuk tes ini semua jawabannya memiliki bobot poin dari 5 tertinggi sampai 1 terendah). 

Maka itu bisa mencapai passing grade, seorang pelamar harus bisa menjawab minimal betul 15 dari 35 buah soal TWK, 16 dari 30 soal TIU dan mendapat minimal 28 soal mendapat bobot 5  dari 35 soal TKP. 
Nah, pada TKP  inilah yang menjadi keluhan banyak peserta ujian.

Soal dan pilihan jawaban yang panjang dan menjebak, waktu yang diberikan sedikit menjadi alasan kenapa mereka tidak bisa mencapai passing grade. Dan lebih parah lagi, banyak yang mengaku bahwa soal-soal yang diberikan adalah pertanyaan-pertanyaan logika dan apa yang mereka pelajari ternyata tidak keluar atau paling tidak hanya satu dua saja keluar. 

CPNS kali ini seperti manis di awal lalu pahit di akhir apakah ini ada hubungannya tentang mitos bahwa orang Indonesia masih saja menghafal tentu bisa menjadi kajian lainnya?

Terlepas dari semua itu, seleksi penerimaan tahun ini sudah cukup baik. Pemerintah agaknya sudah memanfaatkan dengan maksimal dalam memanfaatkan IT untuk tes kali ini. 

Pendaftaran dilakukan secara online dengan sistem yang terintegrasi dan setiap instansi yang cukup komunikatif dalam menyebarkan informasi. Meskipun begitu tentu masih terdapat beberapa kekurangan dalam pelaksanaanya. Jadwal yang molor, lalu ada gangguan pada server adalah dua dari beberapa kekurangan itu. 

Secara umum, pelaksanaan CPNS tahun ini sudah cukup baik, meskipun tentu ada beberapa hal yang harus diperbaiki lagi kedepannya, Dengan tingginya passing grade yang ditetapkan maka hasilnya adalah sangat sedikit sekali yang mampu lulus dalam SKD kali ini.

Banyak yang keluar ruangan dengan wajah bersedih. Harapan-harapan tentang hidup nyaman sebagai PNS harus pupus. Sambil berjalan keluar dari ruangan ujian berkatalah dalam hatinya, Mungkin ini belum takdirku untuk lulus.  

Masalahnya adalah terdapat pada kesiapan diri itu sendiri. Ikhtiar dan takdir! Berusahalah dulu sekuat tenaga, selebihnya barulah serahkan sisanya pada takdir. Kita tentu tidak bisa menggantungkan kelulusan pada takdir. Persiapan harus dilakukan. 

Harus ada usaha untuk hal itu. Hasil itu merupakan gambaran dari usaha. Usaha yang bisa dilakukan untuk menghadapi SKD salah satunya adalah belajar. Jika memang tidak lulus, maka pertanyaannya bisa saja adalah seberapa besar usaha kita belajar untuk menyiapkanya.

 Menyalahkan seutuhnya kepada nasib ketidaklolosan ini tentu tidak pula adil. Introspeksi dan evaluasi musti segera dilakukan. Apa yang menjadi kelebihan dan kekurangan. 

Bagaimana memaksimalkan potensi yang ada dan menutupi atau mengakali kekurangan. Dengan ini siapa tahu dengan mengenali diri itu bisa diterapkan pada hal-hal lain dalam hidup ini. 

SKD masih berlangsung. Ribuan peserta telah berguguran dan hanya sedikit yang lolos ke tahapan selanjutnya. Mereka yang lolos ini secara teoritis adalah yang terbaik. 

Orang-orang yang seimbang secara wawasan, intelegensia dan kepribadian. Mereka inilah yang nantinya akan menjadi tulang punggung dari birokrasi negara ini. Ketika mereka ini adalah yang terbaik, kita juga berharap tata kelola negara ini akan semakin baik kedepannya.

 Semoga dengan segala kelebihan yang dimiliki para calon ASN ini akan mengabdikan diri sesuai dengan soal-soal TKP yang telah mereka jawab pada saat Seleksi Keompetensi Dasar.

Penulis : Haldi Patra

  • Whatsapp

Berita Terpopuler

Index Berita