ISNU Jombang Ingatkan Public Figur untuk Menjaga Akhlak

INDONESIASATU.CO.ID:

JOMBANG - Pengurus Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kabupaten Jombang bidang pendidikan KH Ahmad Kanzul Fikri meminta para politikus agar tak memanfaatkan kebesaran nama tokoh Nahdlatul Ulama (NU) namun lupa membawa berakhlak kepada tokoh tersebut.

“Menjadi pelajaran bagi para politikus, agar moment pemilihan presiden dan pemilihan legislatif tidak sekedar meraih simpati publik dengan cara ziarah kubur tokoh NU tapi mengabaikan aspek etika dan sopan santun. Politik hanya kepentingan lima tahun sekali, tapi nama besar tokoh NU akan abadi,” katanya saat ditemui di kediamannya di Desa Kwaron, Kecamatan Diwek, Jombang, Jawa Timur (14/11).

Pernyataan ini disampaikan olehnya setelah melihat kasus tokoh politik yang ceroboh saat mendatangi makam KH Bisri Syansuri. Perbuatan tokoh politik ini membuat kegaduhan dan kemarahan sebagian santri Jombang. Sehingga berujung long march dari titik nol Ringin Contong di Jalan KH Wahid Hasyim ke Pesantren Mamba’ul Ma’arif Denanyar.

“Setiap orang, apalagi public figure, haruslah mengetahui adab dimanapun ia berada, termasuk adab ziarah kubur. Karena mereka pengikut fanatik, kita khawatir juga perbuatan ngawurnya ini ditiru banyak pengikutnya, bisa kacau kalau kayak begini,” tambahannya.

Direktur Pesantren Al-Aqobah Jombang ini juga merasa aneh bila ada sosok public figur yang tidak tahu tata cara ziarah makam ulama. Apalagi peristiwa itu terjadi di makam KH Bisyri Syansuri yang merupakan tokoh besar NU, ulama dan pejuang nasional.

“Sangat aneh jika tokoh public tidak mengetahui tata cara berziarah ke makam seorang panutan umat. Seharusnya timnya yang dilapangan sudah menyiapkan. Bisa tanya sana-sini kok,” tambah pria yang biasa dipanggil Gus Fikri.

Gus Fikri juga mengingatkan kepada yang berbuat salah jangan takut minta maaf. Begitu pula bagi yang dimintai maaf jangan pelit memberikan maaf. Karena hakikatnya, kita semua warga negara Indonesia yang cinta damai. 

“Harus minta maaf lah, kalau sudah minta maaf baru namanya bertanggung jawab. Tapi jangan diulangi lagi. Kalau ada yang minta maaf, maka sebaiknya dimaafkan,” tandasnya.(Syarif Abdurrahman/kla)

  • Whatsapp

Berita Terpopuler

Index Berita