Mutasi Kepsek SMPN Diduga Labrak Aturan, Sejumlah Komite Ancam Gelar Aksi Turun Ke Jalan

INDONESIASATU.CO.ID:

 

Pandeglang, Banten,- Desakan dan tuntutan disuarakan sejumlah komite dan wali murid SMPN yang terkena dampak mutasi pada 9 November 2018 lalu. Komite meminta Bupati Pandeglang, Hj Irna Narulita SE MM, untuk membatalkan Rotasi dan Mutasi sejumlah Kepala SMPN, lantaran diduga melabrak aturan dan ketentuan yang ada. 

Seperti yang disuarakan Komite dan Tokoh Masyarakat Kecamatan Cimanuk, yang akan melayangkan surat kembali ke Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangakatan (Baperjakat) Kabupaten Pandeglang, pada Senin (19/11) besok. Isi surat tersebut diketahui adalah tindak lanjut dari audiensi sebagai penekanan penolakan rotasi sekaligus ancaman akan melakukan aksi turun ke jalan bersama para wali murid, apabila Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang masih melanjutkan Keputusan Bupati mengenai rotasi dan mutasi tersebut.

"Untuk itu kami menegaskan bahwa kami akan mempertahankan kepsek karna rotasi dan mutasi ini tidak fair,  apabila surat kami tidak jadi pertimbangan. Maka kami akan melakukan Aksi turun ke jalan. Kami Pastikan 10 mobil sekitar 100 Orang ke Halaman Kantor Bupati," Ancam Komite sekaligus Tomas  Cimanuk Endih Sahrindi SH, di sela melakukan koordinasi dengan para wali murid, Sabtu (17/11).

Lebih lanjut dikatakan, gerakan ini semata mata hanya untuk memperbaiki kondisi pendidikan ke arah yang lebih baik khususnya di Kabupaten pandeglang, umumnya tingkat Nasional. 

"Banyak pihak yang peduli atas permasalahan ini. Bahkan sejauh ini kami bersama tokoh pendidikan dan tokoh masyarakat Kecamatan Cimanuk pun sudah komunikasi dan koordinasi dengan tokoh masyarakat di kecamatan lain di Wilayah Kabupaten Pandeglang untuk bersama-sama meyuarakan aspirasi ini. Dan kami juga akan bersama-sama turun ke jalan, apabila surat yang kami layangkan ke Bupati tidak di respon", tegasnya 

Sementara dihubungi terpisah Komite SMPN 1 Patia, Asman Wijaya kepada indonesiasatu.co.id, membenarkan bahwa pihaknya sudah mendapatkan komunikasi dan Koordinasi dari Komite dan tokoh masyarakat Kecamatan Cimanuk dan dirinya bersama wali murid SMPN Patia mengaku siap turun ke jalan melakukan aksi demo, bila memang surat tuntutan masih tidak di indahkan oleh baperjakat.

"Jika memang rotasi dan mutasi itu berlanjut ke wacana serah terima jabatan (Sertijab) tetap dilaksanakan, maka kami siap lakukan aksi unjuk rasa turun ke jalan menentang sertijab dan menuntut pembatalan rotasi dan mutasi lalu yang kami anggap Baperjakat kebablasan dalam keputusannya. Bahkan diduga telah mengkangkangi aturan yang berlaku terkait rotasi dan mutasi Aparatur Sipil Negara khususnya peraturan yang mengatur jabatan guru dan kepala sekolah", tutup Asman (hd/dhank)

  • Whatsapp

Berita Terpopuler

Index Berita