SPI Kab. Pasaman Barat Tuntut kembalikan Tanah Petani

Pasaman Barat--Ratusan masyarakat yang terhimpun dalam Serikat Petani Indonesia (SPI) Lakukan aksi demo damai di depan kantor Bupati Pasaman Barat, Selasa 17 April 2018.

Ketua Dewan Pengurus Cabang SPI Pasaman Barat Januardi mengatakan, aksi demo damai dilaksanakan memperingati Hari Perjuangan Petani Internasional dan Hak Asasi Petani yang jatuh setiap tanggal 17 April setiap tahunya.


Ia menyebutkan di Pasbar sendiri telah banyak terjadi penghilangan hak - hak asasi petani terutama hak atas tanah, itu disebabkan masuknya investor perkebunan kelapa sawit berskala besar. 

"Keberadaan perkebunan kelapa sawit di Pasbar terlihat tidak berdampak pada kesejahteraan ekonomi masyarakat di lingkungan perkebunan tersebut, justru telah menghilangkan hak - hak asasi petani dan memicu terjadinya konflik agraria," sebut Januardi di depan Bupati Pasaman Barat.

Diantaranya kasus yang dialami Basis SPI Batang Lambau Nagari Kinali dengan perusahaan plat merah PT.PN VI Ophir yang terjadi sejak 1982 an.

"Dimana petani kehilangan perkampungan, sawah ladang, sampai sekarang petani terus berjuang untuk mendapatkan hak mereka kembali," ucapnya


Selain itu, SPI Cabang Pasbar bersama ratusan warga itu menyampaikan tuntutan pada Pemkab Pasbar diantaranya, laksanakan reforma agraria sejati, dalam rangka pemenuhan hak asasi petani, selesaikan konflik agraria di Pasbar secepatnya, cabut Hak Guna Usaha (HGU ) perusahaan yang merampas tanah petani.

"Bagikan tanah terlantar pada petani, hentikan intimidasi dan kriminalisasi terhadap perjuangan petani dan atau masyarakat adat dalam memperjuangkan keadilan atas hak - hak keperdataannya oleh penegak hukum, dan bentuk segera badan otorita reforma agraria dengan kewenangan yang kuat untuk dapat menjalankan mandat Undang - Undang No 5 tahun 1960 dan bertanggung jawab langsung ke Presiden RI," tukasnya.


Sementara Bupati Pasaman Barat, H. Syahiran menyampaikan terimakasih kepada kepada masyarakat yang telah melakukan aksi demo damai.

"Bagaimana pun juga kantor ini milik kita bersama, sangat di sayangkan jika kita berlaku anarkis yang dapat merugikan semua," ucap Bupati.

Pihaknya  beserta jajaran akan segera menemui pihak perusahaan untuk membahas kontribusinya untuk kemajuan dan kelancaran pembangunan di Pasaman Barat.

"Perusahaan di Pasaman Barat ini jangan hanya ingin mengeruk hasil bumi saja sementara kita masyarakat di sini tidak menerima apa- apa dengan keberadaan perusahaan kepala sawit itu," sebut Syahiran.

Pantauan Minangsatu saat aksi demo damai digelar masyarakat yang tergabung di SPI longmars dari Mesjid Agung Pasbar menuju ke Kantor Bupati Pasbar membawa pengeras suara beserta spanduk bertuliskan tuntutan mereka, dan di akhir dengan mediasi  Bupati Pasaman Barat bersama perwakilan dari SPI Pasbar ke ruangan kerjanya, serta ratusan petani yang ikut berdemo membubarkan diri secara teratur.

Index Berita