Sesuai Adat Budaya forBALI Memulai Perjuangan Dengan Persembahyangan Memohon Restu Shang Hyang Baruna di Pura Sakenan Serangan

lilikbadung, 18 Feb 2019,
Share w.App T.Me

DENPASAR- Setelah rehat sejak bulan Agustus 2018, semangat masyarakat yang tergabung dalam Forum Rakyat Bali Tolak Reklamasi (ForBali) tak akan pernah surut sampai Presiden RI Ir.H. Joko Widodo mencabut atau merevisi  Perpres 51 Tahun 2014.  Wayan Gendo Suardana Koordinator Umum Gerakan Bali Tolak Reklamasi akan terus melakukan perlawanan, salah satunya siap menggelar aksi turun ke jalan.

Wayan Gendo Suardana bersama ratusan masyarakat yang tergabung dalam ForBali mengawali perlawanan dengan melakukan persembahyangan di pura Dalem Sakenan, Minggu (17/2) kemarin. Jro Mangku pura Dalem Sakenan, I Gusti Ketut Lengur menerima penangkilan ratusan massa forBALI menjelaskan, sebagai masyarakat Bali tentu harus melakukan dan memperjuangkan yang terbaik untuk Bali, baik bagi alam dan segala isinya, demi keberlangsungan ajeg nya Bali.

“Ngiring sareng-sareng nunas ica, dumogi pengapti nyaga Bali mangde ajeg presida kedagingin ring ida sesuwunan,” tegas Jro Mangku. Wayan Gendo Suardana yang menerima restu tersebut, menjelaskan hal tersebut menjadi modal awal pergerakan fase kedua pasca tumbangnya AMDAL 25 Agustus 2018 lalu.

"Kegiatan ini sebagai sinyal perlawanan bagi pihak terkait, seperti Gubernur Bali, DPRD Bali ataupun pemerintah pusat, bahwa perjuangan masyarakat melalui ForBali masih ada", ujar Koordinator Umum ForBALI ketika di konfirmasi Jurnalist Indonesia Satu Biro Bali. “Sesuai adat dan budaya Bali, kami memulai perjuangan dengan sembahyang untuk memohon restu. Persembahyangan ini sarat maknanya, yang sekaligus sinyal untuk Gubernur, DPRD dan pemerintah pusat jika rakyat tetap bergerak, berapapun massa yang tersisa kami tidak perduli,” tegasnya.

Pesan yang diberikan oleh jro mangku dan menyatukan tekad di hadapan pura secara tidak langsung merupakan pernyataan sikap bahwa akan tetap berjuang apapun rintangannya. “Secara tidak langsung kita sudah bersumpah, semangat tidak akan berkurang walaupun banyak rintangan,” imbuhnya.

"Pernyataan sikap tersebut merupakan upaya menyadari bahwa tak dipungkiri beberapa massa merasa jenuh dengan perjuangan tersebut. Kendati demikian, ia mengaku tidak memperdulikan hal tersebut, sebab sejak awal gerakan ini hanya beranggotakan puluhan orang, dan berkembang hingga ratusan ribu lantaran mulai menyadari pentingnya menjaga Bali" ungkapnya.

“Walaupun tersisa hanya berdua, saya tidak perduli, tetap bergerak untuk menyebarluaskan gerakan ini,” paparnya. Wayan Gendo Suardana mengatakan siap turun ke jalan untuk menggelar orasi bersama masyarakat lainnya di bulan Maret. “Maret akan turun ke jalan, belum ditentukan tanggalnya,” imbuhnya. Usai melakukan persembahyangan bersama, massa yang mengenakan pakaian adat dengan Tshirt Bali Tolak Reklamasi, melakukan orasi di Jembatan Serangan sembari membentang lancing (bendera) berukuran puluhan meter bertuliskan penolakan reklamasi Teluk Benoa.(GUN).

PT. Jurnalis Indonesia Satu

Kantor Redaksi: JAKARTA - Jl. Terusan I Gusti Ngurah Rai, Ruko Warna Warni No.7 Pondok Kopi Jakarta Timur 13460

Kantor Redaksi: CIPUTAT - Jl. Ibnu Khaldun I No 2 RT 001 RW 006 Kel Pisangan Kec Ciputat Timur (Depan Kampus UIN Jakarta)

+62 (021) 221.06.700

(+62821) 2381 3986

jurnalisindonesiasatu@gmail.com

Redaksi. Pedoman Siber.
Kode Perilaku.

Mitra Kami
Subscribe situs kami